
Pada Bulan Juli 2025, bidang Sosial dan Kemasyarakatan (SOSMA) HMPD FK UNS Berhasil mengadakan serangkaian kegiatan sosial bernama Bulan Bakti. Bulan Bakti Indonesia (BBI) adalah program pengabdian masyarakat tahunan yang diinisiasi oleh Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI). Bulan Bakti Indonesia (BBI) menjadi wujud nyata peran mahasiswa kedokteran sebagai Agent of Health dan Agent of Change untuk turun langsung ke masyarakat, membawa ilmu, kepedulian, dan mengupayakan solusi untuk permasalahan yang ada. Tahun ini, Bulan Bakti HMPD FK UNS 2025 hadir bersama semangat baru dan fokus utama: Tuberkulosis, sebagai salah satu isu kesehatan yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.

Selain itu, Menurut Penanggung Jawab Bulan Bakti, Raissa Arminanda F.S, Bulan Bakti ini juga berfungsi sebagai wadah untuk memperkuat empati, kepedulian, dan semangat kolaborasi.
“Bagi saya, Bulan Bakti merupakan wujud nyata peran mahasiswa kedokteran dalam pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar menerapkan ilmu di luar kelas, tetapi juga memperkuat empati, kepedulian, dan semangat kolaborasi. Lebih dari sekadar program tahunan, Bulan Bakti mencerminkan kolaborasi nasional yang berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan, serta mempererat sinergi antar fakultas kedokteran di seluruh Indonesia.” Ujar Raissa.

Rangkaian Kampanye Bulan Bakti sendiri Terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan. Rangkaian Pertama adalah membuat video Mitos dan Fakta yang bertujuan untuk meluruskan beberapa mitos di tengah masyarakat TBC yang keliru dan beredar tanpa dasar ilmiah. Pelurusan informasi berguna untuk menghilangkan stigma buruk mengenai TBC yang mengakibatkan, keterlambatan pengobatan, bahkan memperparah penularan.
Tonton selengkapnya http://uns.id/MitosFaktaBBHMPDFKUNS2025

Lalu Rangkaian kedua adalah Membuat Video Edukasi Mengenai Apa itu TBC dan untuk mengenal Tentang gejala, penularan, dan cara penanganannya. Hal ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat karena Indonesia sendiri menempati peringkat ke-2 dengan beban TBC tertinggi di dunia menurut WHO dan Setiap tahunnya, lebih dari 1 juta kasus baru diperkirakan muncul di Indonesia.
Tonton selengkapnya di : http://uns.id/VidekBBHMPDFKUNS2025

Rangkaian Ketiga sendiri adalah Membuat Podcast yang bertujuan membahas faktor risiko, gejala, hingga penanganan TBC secara tuntas langsung dari ahlinya yaitu bersama dr. Linda Soebroto, Sp.P, Menurut Verena Kiara yang juga menjadi penanggung jawab acara ini, Bahwa podcast merupakan media yang efektif dalam menyampaikan informasi yang inspiratif dan edukatif, khususnya di tengah maraknya disinformasi yang beredar di media sosial.
“Pembuatan podcast Bulan Bakti awalnya merupakan inisiatif yang diusulkan oleh ISMKI sebagai bagian dari upaya inovatif dalam menyemarakkan kegiatan ini. Namun, semangat kami untuk merealisasikannya semakin menguat setelah melakukan studi lapangan dan pengamatan terhadap tren media edukatif. Kami menemukan bahwa podcast telah menjadi media yang efektif dalam menyampaikan informasi yang inspiratif dan edukatif, khususnya di tengah maraknya disinformasi yang beredar di media sosial. Oleh karenanya, Podcast ini diharapkan dapat menjadi media edukasi yang menjangkau masyarakat luas tanpa batas ruang dan waktu, memberikan informasi yang benar dan mudah diakses, serta menjadi teman dalam perjuangan para penyintas Tuberkulosis. Tidak hanya menyasar masyarakat umum yang sehat, tetapi juga mereka yang sedang menghadapi tantangan penyakit ini.” Ujar Verena.
Tonton selengkapnya di https://uns.id/PodcastBulanBaktiHMPDFKUNS2025

Lalu Pada Puncaknya, Bulan Bakti ditutup dengan Penyuluhan dan Pemeriksaan Gratis di Pendopo Kelurahan Jagalan, Jebres, Surakarta pada Sabtu, 5 Juli 2025 acara ini dihadiri oleh 55 warga desa ,11 volunteer bakti sosial dan 12 pengurus HMPD FK UNS serta tidak lupa dibantu oleh dokter sebagai tenaga ahli.

kegiatan ini diisi oleh beberapa mata acara yaitu :
- Penyuluhan terkait materi TB dan PHBS oleh Puskesmas Pucangsawit
- Demonstrasi Etika Batuk & Teknik Cuci Tangan oleh Volunteer Soulmate
- Skrining TB & Penyediaan Fasilitas Tes Dahak untuk Pemeriksaan Lanjutan
- Pemeriksaan Kesehatan Gratis (BB, TB, tensi, dan gula darah)

Setelah melalui rangkaian yang panjang, Raissa berharap bahwa setelah diadakannya Bulan Bakti, semangat pengabdian yang telah ditanamkan tidak berhenti sampai di sini. Semoga nilai-nilai kepedulian, keberlanjutan, dan kolaborasi terus tertanam dalam diri setiap mahasiswa kedokteran.
“Harapannya, setelah diadakannya Bulan Bakti, semangat pengabdian yang telah ditanamkan tidak berhenti sampai di sini. Semoga nilai-nilai kepedulian, keberlanjutan, dan kolaborasi terus tertanam dalam diri setiap mahasiswa kedokteran, sehingga dapat menjadi bekal dalam menjalankan peran sebagai tenaga kesehatan di masa depan. Selain itu, semoga program ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat dan terus berkembang menjadi gerakan yang semakin luas dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.” Kata Raissa.
Tidak lupa, kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan berkontribusi. Semoga setelah acara ini, kita semua bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal untuk esok hari.
Sampai Jumpa di Bulan Bakti berikutnya !
Kenali TB, Obati, Sehat Kembali !