Cegah dan Deteksi Dini Kanker Serviks serta Payudara

Dalam rangka kegiatan pembelajaran Field Lab tim 2311B mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS yang terbagi dalam tim/kelompok telah membuat produk kreatif yang berupa poster edukasi dengan judul Cegah dan Deteksi Dini Kanker Serviks serta Payudara yang disampaikan pada Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I, Kabupaten Karanganyar pada tanggal 4 Juni 2025.

https://drive.google.com/file/d/1HV_gD55E4KSOnc_q3dWqbSTadyaXyY-t/view?usp=drive_link

Karya tersebut adalah hasil kreativitas mahasiswa yang terlampir yang tergabung dalam tim pembelajaran Field Lab. Karya tersebut dinyatakan sebagai karya orisinal dari mahasiswa.

Penyebab Utama dari Kanker Serviks adalah Human Papilloma Virus (HPV)
Ada beberapa Faktor risiko yang menyebabkan kanker serviks :
1. Trauma Persalinan,
2. Bergonta-ganti Pasangan Seksual
3. Pil KB
4. Merokok
5. Infeksi Herpes Genitalis
6. Kekebalan tubuh lemah
7. Obesitas

Kanker serviks berkembang di dinding leher rahim, terutama dari jaringan epitel, dan 99,7% kasus disebabkan oleh virus HPV onkogenik yang menular lewat hubungan seksual (Walboomers et al., 2015). Virus HPV menginfeksi sel dengan menyisipkan DNA yang mengubah proto-onkogen menjadi onkogen, menghambat gen penekan tumor TP53 dan RB, sehingga mengganggu apoptosis dan menyebabkan pertumbuhan sel tidak terkendali yang berujung pada kanker serviks.

Berdasarkan stadium, kanker serviks berkembang sebagai berikut: stadium I terbatas pada serviks; stadium II menyebar ke bagian atas vagina; stadium III mencapai dinding panggul dan sepertiga bawah vagina, disertai gangguan ginjal; dan stadium IV menyebar ke kandung kemih, rektum, atau organ lain.

Faktor risiko kanker Payudara terdiri dari 2 faktor:
1. Faktor Ekstrinsik:
Seperti sinar ultraviolet, virus, senyawa yang terkandung dalam rokok, polisi lingkungan, serta berbagai substansi kimia,
2. Faktor Intrinsik
Terjadinya kanker antara lain adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh.

Gejala dan Tanda
Adanya benjolan atau penebalan di payudara yang tidak nyeri, menunjukan gambaran kulit jeruk (peau d’orange), retraksi pada puting, keluarnya cairan pada puting walaupun tidak di periode menyusui yang kadang bercampur darah, pembengkakan, kemerahan, dan peradangan lokal.

Deteksi Dini dan Terapi SADARI dan SADANIS
Pembedahan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) adalah metode deteksi dini kanker payudara selain mamografi.
SADARI dilakukan mandiri setiap bulan pada hari ke-7–10 setelah menstruasi untuk meraba benjolan atau perubahan.
SADANIS dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan alat medis untuk mendeteksi kelainan yang sulit diraba dan memberikan tindak lanjut jika diperlukan.
SADANIS disarankan rutin, terutama bagi wanita dengan riwayat keluarga atau faktor risiko.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top